Allah akan sentiasa menguji Hambanya maka bersabar lah ketika di uji dan sentiasa berserah pada Nya
Showing posts with label tafsir Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label tafsir Al-Quran. Show all posts
Thursday, May 11, 2017
Wednesday, May 3, 2017
Thursday, April 13, 2017
Tuesday, April 19, 2016
Surah 'Abasa
Assalamu'alaikum Selamat pagi, mari kita hayati surah 'Abasa, Semoga bermanfaat
1) Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
2) Ia memasamkan muka dan berpaling,
3) Kerana ia didatangi orang buta.
4) Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui (tujuannya, wahai Muhammad) ? Barangkali ia mahu membersihkan hatinya (dengan pelajaran agama yang didapatinya daripadamu)! -
5) Ataupun ia mahu mendapat peringatan, supaya peringatan itu memberi manfaat kepadanya.
6) Adapun orang yang merasa keadaannya telah cukup, tidak berhajat lagi (kepada ajaran Al-Quran),
7) Maka engkau bersungguh-sungguh melayaninya.
8) Padahal engkau tidak bersalah kalau ia tidak mahu membersihkan dirinya (dari keingkarannya).
9) Adapun orang yang segera datang kepadamu,
10) Dengan perasaan takutnya (melanggar perintah-perintah Allah), -
11) Maka engkau berlengah-lengah melayaninya.
12) Janganlah melakukan lagi yang sedemikian itu! Sebenarnya ayat-ayat Al-Quran adalah pengajaran dan peringatan (yang mencukupi).
13) Maka sesiapa yang mahukan kebaikan dirinya, dapatlah ia mengambil peringatan daripadanya.
14) (Ayat-ayat Suci itu tersimpan) dalam naskhah-naskhah yang dimuliakan, -
15) Yang tinggi darjatnya, lagi suci (dari segala gangguan),
16) (Terpelihara) di tangan malaikat-malaikat yang menyalinnya dari Lauh Mahfuz;
17) (Malaikat-malaikat) yang mulia, lagi yang berbakti.
18) Binasalah hendaknya manusia (yang ingkar) itu, betapa besar kekufurannya?
19) (Tidakkah ia memikirkan) dari apakah ia diciptakan oleh Allah? -
20) Kemudian jalan (baik dan jahat), dimudahkan Tuhan kepadanya (untuk menimbang dan mengambil mana satu yang ia pilih)
21) Kemudian dimatikannya, lalu diperintahkan supaya ia dikuburkan;
22) Kemudian apabila Allah kehendaki dibangkitkannya (hidup semula).
23) Janganlah hendaknya ia kufur ingkar lagi! Sebenarnya ia belum menunaikan apa yang diperintahkan kepadanya.
24) (Kalaulah ia tidak memikirkan asal dan kesudahan dirinya), maka hendaklah manusia melihat kepada makanannya (bagaimana kami mentadbirkannya):
25) Sesungguhnya kami telah mencurahkan hujan dengan curahan yang menakjubkan.
26) Kemudian kami belah-belahkan bumi dengan belahan yang sesuai dengan tumbuh-tumbuhan, -
27) Lalu Kami tumbuhkan pada bumi biji-bijian,
28) Dan buah anggur serta sayur-sayuran,
29) Dan Zaitun serta pohon-pohon kurma,
30) Dan taman-taman yang menghijau subur,
31) Dan berbagai buah-buahan serta bermacam-macam rumput
32) Untuk kegunaan kamu dan binatang-binatang ternak kamu.
33) Kemudian (ingatlah keadaan yang berlaku) apabila datang suara jeritan yang dahsyat,
34) Pada hari seseorang itu lari dari saudaranya,
35) Dan ibunya serta bapanya
36) Dan isterinya serta anak-anaknya
37) Kerana tiap-tiap seorang dari mereka pada hari itu, ada perkara-perkara yang cukup untuk menjadikannya sibuk dengan hal dirinya sahaja.
38) Muka (orang-orang yang beriman) pada hari itu berseri-seri,
39) Tertawa, lagi bersuka ria;
40) Dan muka (orang-orang yang ingkar) pada hari itu penuh berdebu
41) Diliputi oleh warna hitam legam dan gelap-gelita.
42) Mereka itu ialah orang-orang yang kafir, yang derhaka
1) Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
2) Ia memasamkan muka dan berpaling,
3) Kerana ia didatangi orang buta.
4) Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui (tujuannya, wahai Muhammad) ? Barangkali ia mahu membersihkan hatinya (dengan pelajaran agama yang didapatinya daripadamu)! -
5) Ataupun ia mahu mendapat peringatan, supaya peringatan itu memberi manfaat kepadanya.
6) Adapun orang yang merasa keadaannya telah cukup, tidak berhajat lagi (kepada ajaran Al-Quran),
7) Maka engkau bersungguh-sungguh melayaninya.
8) Padahal engkau tidak bersalah kalau ia tidak mahu membersihkan dirinya (dari keingkarannya).
9) Adapun orang yang segera datang kepadamu,
10) Dengan perasaan takutnya (melanggar perintah-perintah Allah), -
11) Maka engkau berlengah-lengah melayaninya.
12) Janganlah melakukan lagi yang sedemikian itu! Sebenarnya ayat-ayat Al-Quran adalah pengajaran dan peringatan (yang mencukupi).
13) Maka sesiapa yang mahukan kebaikan dirinya, dapatlah ia mengambil peringatan daripadanya.
14) (Ayat-ayat Suci itu tersimpan) dalam naskhah-naskhah yang dimuliakan, -
15) Yang tinggi darjatnya, lagi suci (dari segala gangguan),
16) (Terpelihara) di tangan malaikat-malaikat yang menyalinnya dari Lauh Mahfuz;
17) (Malaikat-malaikat) yang mulia, lagi yang berbakti.
18) Binasalah hendaknya manusia (yang ingkar) itu, betapa besar kekufurannya?
19) (Tidakkah ia memikirkan) dari apakah ia diciptakan oleh Allah? -
20) Kemudian jalan (baik dan jahat), dimudahkan Tuhan kepadanya (untuk menimbang dan mengambil mana satu yang ia pilih)
21) Kemudian dimatikannya, lalu diperintahkan supaya ia dikuburkan;
22) Kemudian apabila Allah kehendaki dibangkitkannya (hidup semula).
23) Janganlah hendaknya ia kufur ingkar lagi! Sebenarnya ia belum menunaikan apa yang diperintahkan kepadanya.
24) (Kalaulah ia tidak memikirkan asal dan kesudahan dirinya), maka hendaklah manusia melihat kepada makanannya (bagaimana kami mentadbirkannya):
25) Sesungguhnya kami telah mencurahkan hujan dengan curahan yang menakjubkan.
26) Kemudian kami belah-belahkan bumi dengan belahan yang sesuai dengan tumbuh-tumbuhan, -
27) Lalu Kami tumbuhkan pada bumi biji-bijian,
28) Dan buah anggur serta sayur-sayuran,
29) Dan Zaitun serta pohon-pohon kurma,
30) Dan taman-taman yang menghijau subur,
31) Dan berbagai buah-buahan serta bermacam-macam rumput
32) Untuk kegunaan kamu dan binatang-binatang ternak kamu.
33) Kemudian (ingatlah keadaan yang berlaku) apabila datang suara jeritan yang dahsyat,
34) Pada hari seseorang itu lari dari saudaranya,
35) Dan ibunya serta bapanya
36) Dan isterinya serta anak-anaknya
37) Kerana tiap-tiap seorang dari mereka pada hari itu, ada perkara-perkara yang cukup untuk menjadikannya sibuk dengan hal dirinya sahaja.
38) Muka (orang-orang yang beriman) pada hari itu berseri-seri,
39) Tertawa, lagi bersuka ria;
40) Dan muka (orang-orang yang ingkar) pada hari itu penuh berdebu
41) Diliputi oleh warna hitam legam dan gelap-gelita.
42) Mereka itu ialah orang-orang yang kafir, yang derhaka
Wednesday, March 2, 2016
Surah Al Zariyat
Pagi tadi selepas solat aku sempat membaca surah ini dan aku sangat teruja dengan isi didalam nya. Banyak pengajaran yang berguna yang boleh dikongsikan bersama dengan kalian disini.
Dibawah adalah antara petikan ayat yang menceritakan tentang balasan bagi orang-orang yang beriman dan sentiasa berbuat kebaikan.
Ayat 24 - 37 menceritakan kisah Nabi Ibrahim A.S. yang didatangi utusan Allah
Ayat 38 - 40 : Kisah tentang balasan buruk keatas kekejaman Firaun dan Bala Tenteranya
Ayat 41 - 45 : Balasan buruk terhadap kaum Ad dan kaum thamud yang ingkar dan melampaui batas
Allahu Akbar - Ayat 56 - 60
Labels:
Himpunan doa,
kisah Nabi,
Kisah teladan,
tafsir Al-Quran
Tuesday, February 23, 2016
Thursday, February 18, 2016
Thursday, February 11, 2016
Kisah nabi Hud ketika kaum nya meminta azab disegerakan
Ketika membaca ayat ini, aku teringat tragedi Tsunami yang melanda negara jiran, bagaimana semudah itu sahaja segalanya musnah, Allahu akbar, semoga kita sentiasa mendapat keberkatan dari Allah dan tidak sekali-sekali melupakan Nya.
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-ahqaf-ayat-15-25.html#more
Ayat 21-25: Kisah Nabi Hud ‘alaihis salam ketika didustakan kaumnya dan bagaimana mereka meminta disegerakan azab serta pembinasaan mereka.
وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالأحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ أَلا تَعْبُدُوا إِلا اللَّهَ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (٢١) قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَأْفِكَنَا عَنْ آلِهَتِنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (٢٢) قَالَ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَأُبَلِّغُكُمْ مَا أُرْسِلْتُ بِهِ وَلَكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ (٢٣) فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٤)تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لا يُرَى إِلا مَسَاكِنُهُمْ كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (٢٥)
Tafsir Al Ahqaf Ayat 21-25
21. Dan ingatlah saudara kaum 'Aad[27] yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya di bukit-bukit pasir[28], dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya[29] (dengan berkata), "Janganlah kamu menyembah selain Allah, aku sungguh khawatir[30] nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar.”
22. [31]Mereka menjawab, "Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami?[32] Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah engkau ancamkan kepada kami, jika engkau termasuk orang yang benar[33].”
23. Dia (Hud) berkata, "Sesungguhnya ilmu (tentang itu) hanya pada Allah[34] dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang diwahyukan kepadaku, tetapi aku melihat kamu adalah kaum yang berlaku bodoh[35].”
24. [36]Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” [37](Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,
25. Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya[38], sehingga mereka (kaum ‘Aad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka[39]. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa[40].
Monday, January 25, 2016
FADHILAT DAN KHASIA SURAH EMPAT QUL




Surah Pelindung.
Maka, Rasulullah SAW menjawab, “Nanti dulu hingga wahyu diturunkan Rabbku kepadaku.” Lalu Allah menurunkan, [Qul Yâ Ayyuhal Kâfirûn] dan juga turun ayat lainnya, iaitu [Qul Afaghairallâhi Ta`murûûni A’budu Ayyuhal Jâhilûn; “Katakanlah, ‘maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan.’] -az-Zumar:64
Daripada Abdullah bin Abbas r.a., Ibn Abi Hatim meriwayatkan bahawa orang Quraisy telah mengundang Nabi SAW untuk memberinya harta yang banyak, sehingga Baginda SAW boleh menjadi orang terkaya di Mekkah dan akan mengawinkannya dengan wanita mana saja yang Baginda sukai. Mereka berkata, “Inilah untukmu, wahai Muhammad tetapi (sebagai imbalannya) kamu berhenti menghina tuhan-tuhan kami dan tidak menrendah-rendahkannya. Jika kamu tidak bersedia, maka mari kita bergiliran; kamu menyembah tuhan-tuhan kami selama setahun, lalu setahun berikutnya giliran kami yang menyembah tuhan-mu.”
Keterangan :
1) Surah Al-Kafirun (سورة الكافرون) yang bermaksud orang-orang kafir adalah surah ke-109 dalam Al Quran.
2) Surah yang mengandungi 6 ayat ini telah diturunkan di Makkah (Surah Makkiyah).
3) Nama ‘Al Kafirun’ (orang-orang kafir) diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
4) Dalam Surah Al-Kafirun ini Allah SWT menegaskan tentang amal ibadat secara Islam Menolak sebarang cara penyembahan dan amalan syirik.
5) Ia dengan jelas menyatakan tidak ada tolak ansur dan kompromi untuk mencampuradukkan ajaran agama, terutama dalam soal akidah dan ibadah dengan orang-orang kafir.
6) Surah ini telah ditujukan kepada kaum Musyrikin kerana orang kafir tersebut tidak mahu menerima seruan dan petunjuk kebenaran yang dibawakan Nabi Muhammmad SAW kepada mereka.
Sumber : Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (Kepada Pengertian Al-Quran). ms1744-1751
Tuesday, December 22, 2015
DOA-DOA UNTUK MEMUSNAHKAN SEL-SEL KANSER.
1. Surah Al Maidah (Ayat 82-91).
2. Surah Al Araf (Ayat 70-81).
3. Surah Al Raad (Ayat 16-28).
4. Surah AN Anbiyaa (Ayat 38-50).
5. Surah Asy Syu'ara (Ayat 185-227).
6. Surah Az Zummar (Ayat 42-52).
7. Surah Ghafir (Ayat 67-77).
8. Surah Az Zukhruf (Ayat 52-70).
Cara-caranya:
Sebelum memulakan bacaan:
1. Istighfar 10x.
2. Shalawat Nabi 10x.
3. Al-Fatihah 1x.
4. Ayatul Kursi 1x.
Sediakan botol-botol air yang bersih secukupnya. Setiap kali habis membaca surah-surah berkenaan, maka ditiupkan kepada air tersebut. Pesakit dinasihat kan minum air bacaan setiap hari. Sapu air pada anggota yang kena barah kanser dan mandi pesakit dengan air ini.
InsyaAllah kerana sakit dan sembuh semuanya dengan izin-Nya.
Labels:
Himpunan doa,
info sihat,
Petua,
sakit,
tafsir Al-Quran
Kepentingan Tahiyyat Awal dan Akhir di Setiap Solat Kita
Nota RINGKAS...
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk
mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya
ADAKAH ANDA TAHU LATAR BELAKANG ATTA'HIYYAAT Serta Mengapa Kita Baca Dalam Solat Kita?
ATTA'HIYYAAT adalah doa yang sangat penting; kita mengulanginya di dalam solat harian kita. Apabila saya mendapat tahu akan kepentingan ini, amat tersentuh hati saya.
ATTA'HIYYAAT sebenarnya adalah sebahagian daripada perbualan antara Pencipta kita Allah SWT dan yang kita kasihi Nabi Muhammad SAW semasa perjalanan Isra' Mi’raj.
Ketika Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT, dia tidak berkata 'Assalamualaikum'. Apakah yang seseorang akan berkata apabila dia bertemu Allah? Kita tidak boleh mengucapkan selamat sejahtera kerana semua sumber kesejahteraan adalah melalui Dia.
Jadi Nabi Muhammad SAW berkata:
"Attahiyyaatul Mubaaraka TusSolawaatut toyibaatulillah" (Segala pujian, segala doa dan ibadah hanyalah untuk Allah)
Allah jawab:
"Assalamu Alaika Ayyuhannabiyyu 'Warahmatullahi Wabarokaatuh" (Salam sejahtera ke atas kamu, Wahai Nabi dan Allah memberi rahmat dan keberkatan).
Untuk ini, Nabi Muhammad SAW menjawab:
"Assalamu 'Alaina Wa'ala'Ibadillahis So'lihin" (Selamat sejahtera kepada kami dan kepada semua hamba yang baik kepada Allah)
Nota * Nabi Muhammad SAW mengata "kami" dalam jawapan ... (dan pada semua hamba yang baik kepada Allah)
Dan mendengar perbualan ini antara Allah dan Rasul-Nya, para malaikat berkata:
"Ash'had'u'an La ilahaillallah Wa Ash'hadu Anna Muhammadun Abd'uhu Wa Rasuuluh"
(Aku bersaksi bahawa tiada siapa yang berhak disembah melainkan Allah Dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya).
SubhanAllah!
Saya kini memahami kepentingan perbualan ini dalam doa harian kita dan bagaimana Solat telah ditetapkan kepada kita.
Apa yang anda fikir perlu anda lakukan dengan ini? Bayangkan jika orang lain membacanya hanya kerana anda. Ingat saya dalam doa anda, Aamiiiin!
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk
mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya
ADAKAH ANDA TAHU LATAR BELAKANG ATTA'HIYYAAT Serta Mengapa Kita Baca Dalam Solat Kita?
ATTA'HIYYAAT adalah doa yang sangat penting; kita mengulanginya di dalam solat harian kita. Apabila saya mendapat tahu akan kepentingan ini, amat tersentuh hati saya.
ATTA'HIYYAAT sebenarnya adalah sebahagian daripada perbualan antara Pencipta kita Allah SWT dan yang kita kasihi Nabi Muhammad SAW semasa perjalanan Isra' Mi’raj.
Ketika Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT, dia tidak berkata 'Assalamualaikum'. Apakah yang seseorang akan berkata apabila dia bertemu Allah? Kita tidak boleh mengucapkan selamat sejahtera kerana semua sumber kesejahteraan adalah melalui Dia.
Jadi Nabi Muhammad SAW berkata:
"Attahiyyaatul Mubaaraka TusSolawaatut toyibaatulillah" (Segala pujian, segala doa dan ibadah hanyalah untuk Allah)
Allah jawab:
"Assalamu Alaika Ayyuhannabiyyu 'Warahmatullahi Wabarokaatuh" (Salam sejahtera ke atas kamu, Wahai Nabi dan Allah memberi rahmat dan keberkatan).
Untuk ini, Nabi Muhammad SAW menjawab:
"Assalamu 'Alaina Wa'ala'Ibadillahis So'lihin" (Selamat sejahtera kepada kami dan kepada semua hamba yang baik kepada Allah)
Nota * Nabi Muhammad SAW mengata "kami" dalam jawapan ... (dan pada semua hamba yang baik kepada Allah)
Dan mendengar perbualan ini antara Allah dan Rasul-Nya, para malaikat berkata:
"Ash'had'u'an La ilahaillallah Wa Ash'hadu Anna Muhammadun Abd'uhu Wa Rasuuluh"
(Aku bersaksi bahawa tiada siapa yang berhak disembah melainkan Allah Dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya).
SubhanAllah!
Saya kini memahami kepentingan perbualan ini dalam doa harian kita dan bagaimana Solat telah ditetapkan kepada kita.
Apa yang anda fikir perlu anda lakukan dengan ini? Bayangkan jika orang lain membacanya hanya kerana anda. Ingat saya dalam doa anda, Aamiiiin!
Wednesday, December 16, 2015
Kesombongan Iblis dan Janjinya untuk menyesatkan manusia
Tafsir Shaad Ayat 71-88
Ayat 71-88:
Penjelasan tentang penciptaan Adam ‘alaihis salam, kesombongan Iblis, peringatan terhadap godaan setan, tugas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan menerangkan tentang ancaman bagi orang-orang kafir .
Terjemah Surat Shaad Ayat 71-88
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ (٧١) فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (٧٢) فَسَجَدَ الْمَلائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (٧٣) إِلا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (٧٤)قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ (٧٥) قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (٧٦)قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (٧٧) وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (٧٨) قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (٧٩)قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (٨٠) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (٨١) قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (٨٢) إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (٨٣)قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (٨٤) لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ (٨٥) قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ (٨٦) إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (٨٧) وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ (٨٨)
71 [1](Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah[2].”
72. Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya[3]; maka tunduklah kamu dengan bersujud[4] kepadanya[5].”
73. Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,
74. kecuali Iblis; ia menyombongkan diri[6] dan ia termasuk golongan yang kafir[7].
75. Allah berfirman[8], "Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua Tangan-Ku[9]. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"
76. (Iblis) berkata[10], "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah[11].”
77. Allah berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga[12]! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk[13],
78. Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”
79. Iblis berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan[14].”
80. Allah berfirman[15], "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,
81. sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).”
82. (Iblis) menjawab[16], "Demi kemuliaan-Mu[17], pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya,
83. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka[18].
84. Allah berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan[19].
85. [20]Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.
86. [21]Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku) dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada[22].
87. Al Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam[23].
88. Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al Qur’an) setelah beberapa waktu lagi[24].”
_______________________________________________________________________________
[1] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tentang perbantahan para malaikat, lihat pula surah Al Baqarah: 30.
[2] Yaitu Adam ‘alaihis salam bapak manusia.
[3] Sehingga menjadi hidup. Disandarkan ruh kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala adalah sebagai pemuliaan kepada Adam alaihis salam, sebagaimana disandarkannya kata bait (rumah) kepada Allah sehingga menjadi Baitullah (rumah Allah), yang menunjukkan keistimewaan rumah tersebut.
[4] Yakni sujud penghormatan, bukan sujud ibadah.
[5] Maka para malaikat mempersiapkan diri mereka untuk itu karena mengikuti perintah Tuhan mereka dan sebagai penghormatan kepada Adam ‘alaihis salam. Ketika penciptaannya telah selesai baik badan maupun ruhnya dan Allah hendak menguji kepandaian Adam dan malaikat dalam hal ilmu, maka tampak jelaslah kepandaian Adam daripada malaikat, dan Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan para malaikat untuk sujud.
[6] Terhadap perintah Tuhannya dan terhadap Adam alaihis salam.
[7] Dalam ilmu Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
[8] Mencela Iblis.
[9] Yani yang telah Aku muliakan dan istimewakan dengan menciptakannya dengan kedua Tangan-Ku, di mana hal ini mengharuskan kamu untuk tidak sombong terhadapnya.
Ibnu Jarir meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Mujahid, di mana ia menceritakan dari Ibnu Umar, bahwa ia berkata:
خَلَقَ اللهُ أَرْبَعَةً بِيَدِهِ: الْعَرْشَ، وَعَدْنَ، وَالْقَلَمَ، وآدَمَ ثُمَّ قَالَ لِكُلِّ شَيْءٍ كُنْ فَكَانَ
“Allah menciptakan empat makhluk dengan Tangan-Nya, yaitu: Arsy, surga ‘Adn, Qalam (pena), dan Adam. Kemudian Dia berfirman kepada segala sesuatu, “Jadilah!” Maka jadilah ia.”
[10] Menentang Tuhannya.
[11] Ia menyangka bahwa api lebih baik daripada tanah. Ini adalah qiyas yang fasid (rusak), karena api adalah materi yang buruk, rusak, tinggi, tidak terarah, dan ringan. Sedangkan tanah adalah materi yang tenang, tawadhu’, menumbuhkan tumbuhan, dan ia mengalahkan api dan memadamkannya, sedangkan api butuh kepada materi yang menegakkannya, adapun tanah berdiri sendiri.
[12] Ada pula yang mengatakan, dari langit dan dari tempat yang mulia.
[13] Yakni terusir.
[14] Hal ini karena kedengkiannya dan kerasnya permusuhannya kepada Adam dan keturunannya agar ia dapat menyesatkan manusia yang telah ditaqdirkan Allah akan sesat.
[15] Mengabulkan permohonan-Nya karena sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.
[16] Setelah Iblis mengetahui bahwa dirinya diberi penangguhan, maka ia memperlihatkan sikapnya yang buruk kepada Tuhannya karena permusuhannya kepada Allah, kepada Adam dan kepada keturunannya.
[17] Huruf ba’ di ayat ini bisa berarti qasam (sumpah), yakni Iblis bersumpah dengan keperkasaan Allah untuk menyesatkan manusia. Bisa juga untuk istianah (minta bantuan), yakni karena Iblis mengetahui bahwa dirinya lemah dari berbagai sisi, dan bahwa dia tidak dapat menyesatkan seorang pun kecuali jika dikehendaki Allah Ta’ala, maka dia meminta bantuan dengan keperkasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk menyesatkan keturunan Adam itu. Ya Allah, kami adalah keturunan Adam yang sedang dicari kesempatan oleh Iblis dan tentaranya agar dia dapat menyesatkan kami, kami meminta tolong dengan keperkasaan-Mu dan kekuasaan-Mu yang besar serta rahmat-Mu yang luas agar Engkau membantu kami memeranginya, selamat dari tipu dayanya, dan kami berbaik sangka kepada-Mu bahwa Engkau akan mengabulkan permohonan kami dan kami beriman kepada janji-Mu bahwa Engkau akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Mu, dan kami telah berdoa kepada-Mu sebagaimana Engkau memerintahkan kami, maka kabulkanlah permohonan kami, sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji.
[18] Yang dimaksud dengan mukhlas di sini ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah Subhaanahu wa Ta'aala, yaitu orang-orang mukmin. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mukhlas itu.
[19] Menurut Syaikh As Sa’diy, bahwa maksud firman Allah itu adalah, bahwa kebenaran adalah sifat-Ku dan kebenaran adalah ucapan-Ku.
[20] Ini adalah jawabul qasam (jawaban dari sumpah di ayat sebelumnya).
[21] Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan dalilnya dan menjelaskan jalan yang lurus kepada mereka, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyuruh Rasul-Nya untuk mengatakan seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.
[22] Yakni aku bukanlah orang yang mengaku memiliki sesuatu yang tidak aku miliki, dan aku tidak mengatakan sesuatu yang tidak aku ketahui, demikian pula aku tidak mengikuti selain yang telah diwahyukan kepadaku. Masruq pernah berkata, “Kami datang kepada Abdullah bin Mas’ud, lalu ia berkata, “Wahai manusia, barang siapa yang mengetahui sesuatu maka katakanlah, namun barang siapa yang tidak mengetahui, ucapkanlah “Allahu a’lam” (Allah lebih mengetahui). Karena termasuk ilmu seseorang mengatakan terhadap sesuatu yang tidak diketahuinya, “Allahu a’lam”, Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Nabi kalian, “Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang takalluf (membebani diri).”
[23] Yakni Al Qur’an merupakan pengingat terhadap sesuatu yang bermanfaat bagi mereka baik yang terkait dengan maslahat dunia maupun agama, sehingga Al Quran merupakan peninggi keadaan alam semesta dan sebagai hujjah bagi mereka yang tetap menentang padahal mengetahui.
[24] Kebenaran berita-berita Al Quran itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia. Syaikh As Sa’diy berkata, “Surat yang agung ini mengandung peringatan yang bijaksana, berita yang besar, penegakkan hujjah dan dalil bagi orang-orang yang mendustakan Al Qur’an dan menentangnya, serta mendustakan orang yang membawanya, sekaligus pemberitahuan tentang hamba-hamba Allah yang mukhlas, balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka. Oleh karena itu Allah bersumpah di awalnya, bahwa ia mengandung peringatan dan di akhirnya Allah menyifatinya bahwa ia peringatan bagi alam semesta. Demikian pula Allah Subhaanahu wa Ta'aala memperbanyak peringatan di antara awal dan akhir surat, seperti firman-Nya, “Wadzkur ‘abdnaa”, “Wadz kur ibaadanaa”, “Rahmatan min indinaa wa dzikraa”, dan “Haadzaa dzikr.” Ya Allah, ajarilah kami darinya sesuatu yang tidak kami ketahui, ingatkanlah kami sesuatu yang kami lupa, baik lupa dalam arti lalai maupun meninggalkannya.”
Selesai tafsir surah Shaad dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, bukan karena kemampuan dan usaha kami, wal hamdulillahi Rabbil ‘aalamiin.
Petikan dari : http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-shaad-ayat-71-88.html#sthash.JFC47ZCk.dpuf
Penjelasan tentang penciptaan Adam ‘alaihis salam, kesombongan Iblis, peringatan terhadap godaan setan, tugas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan menerangkan tentang ancaman bagi orang-orang kafir .
Terjemah Surat Shaad Ayat 71-88
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ (٧١) فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (٧٢) فَسَجَدَ الْمَلائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (٧٣) إِلا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (٧٤)قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ (٧٥) قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (٧٦)قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (٧٧) وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (٧٨) قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (٧٩)قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (٨٠) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (٨١) قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (٨٢) إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (٨٣)قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (٨٤) لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ (٨٥) قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ (٨٦) إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (٨٧) وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ (٨٨)
71 [1](Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah[2].”
72. Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya[3]; maka tunduklah kamu dengan bersujud[4] kepadanya[5].”
73. Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,
74. kecuali Iblis; ia menyombongkan diri[6] dan ia termasuk golongan yang kafir[7].
75. Allah berfirman[8], "Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua Tangan-Ku[9]. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"
76. (Iblis) berkata[10], "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah[11].”
77. Allah berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga[12]! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk[13],
78. Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”
79. Iblis berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan[14].”
80. Allah berfirman[15], "Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,
81. sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).”
82. (Iblis) menjawab[16], "Demi kemuliaan-Mu[17], pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya,
83. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka[18].
84. Allah berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan[19].
85. [20]Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.
86. [21]Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku) dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada[22].
87. Al Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam[23].
88. Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al Qur’an) setelah beberapa waktu lagi[24].”
_______________________________________________________________________________
[1] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tentang perbantahan para malaikat, lihat pula surah Al Baqarah: 30.
[2] Yaitu Adam ‘alaihis salam bapak manusia.
[3] Sehingga menjadi hidup. Disandarkan ruh kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala adalah sebagai pemuliaan kepada Adam alaihis salam, sebagaimana disandarkannya kata bait (rumah) kepada Allah sehingga menjadi Baitullah (rumah Allah), yang menunjukkan keistimewaan rumah tersebut.
[4] Yakni sujud penghormatan, bukan sujud ibadah.
[5] Maka para malaikat mempersiapkan diri mereka untuk itu karena mengikuti perintah Tuhan mereka dan sebagai penghormatan kepada Adam ‘alaihis salam. Ketika penciptaannya telah selesai baik badan maupun ruhnya dan Allah hendak menguji kepandaian Adam dan malaikat dalam hal ilmu, maka tampak jelaslah kepandaian Adam daripada malaikat, dan Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan para malaikat untuk sujud.
[6] Terhadap perintah Tuhannya dan terhadap Adam alaihis salam.
[7] Dalam ilmu Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
[8] Mencela Iblis.
[9] Yani yang telah Aku muliakan dan istimewakan dengan menciptakannya dengan kedua Tangan-Ku, di mana hal ini mengharuskan kamu untuk tidak sombong terhadapnya.
Ibnu Jarir meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Mujahid, di mana ia menceritakan dari Ibnu Umar, bahwa ia berkata:
خَلَقَ اللهُ أَرْبَعَةً بِيَدِهِ: الْعَرْشَ، وَعَدْنَ، وَالْقَلَمَ، وآدَمَ ثُمَّ قَالَ لِكُلِّ شَيْءٍ كُنْ فَكَانَ
“Allah menciptakan empat makhluk dengan Tangan-Nya, yaitu: Arsy, surga ‘Adn, Qalam (pena), dan Adam. Kemudian Dia berfirman kepada segala sesuatu, “Jadilah!” Maka jadilah ia.”
[10] Menentang Tuhannya.
[11] Ia menyangka bahwa api lebih baik daripada tanah. Ini adalah qiyas yang fasid (rusak), karena api adalah materi yang buruk, rusak, tinggi, tidak terarah, dan ringan. Sedangkan tanah adalah materi yang tenang, tawadhu’, menumbuhkan tumbuhan, dan ia mengalahkan api dan memadamkannya, sedangkan api butuh kepada materi yang menegakkannya, adapun tanah berdiri sendiri.
[12] Ada pula yang mengatakan, dari langit dan dari tempat yang mulia.
[13] Yakni terusir.
[14] Hal ini karena kedengkiannya dan kerasnya permusuhannya kepada Adam dan keturunannya agar ia dapat menyesatkan manusia yang telah ditaqdirkan Allah akan sesat.
[15] Mengabulkan permohonan-Nya karena sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.
[16] Setelah Iblis mengetahui bahwa dirinya diberi penangguhan, maka ia memperlihatkan sikapnya yang buruk kepada Tuhannya karena permusuhannya kepada Allah, kepada Adam dan kepada keturunannya.
[17] Huruf ba’ di ayat ini bisa berarti qasam (sumpah), yakni Iblis bersumpah dengan keperkasaan Allah untuk menyesatkan manusia. Bisa juga untuk istianah (minta bantuan), yakni karena Iblis mengetahui bahwa dirinya lemah dari berbagai sisi, dan bahwa dia tidak dapat menyesatkan seorang pun kecuali jika dikehendaki Allah Ta’ala, maka dia meminta bantuan dengan keperkasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk menyesatkan keturunan Adam itu. Ya Allah, kami adalah keturunan Adam yang sedang dicari kesempatan oleh Iblis dan tentaranya agar dia dapat menyesatkan kami, kami meminta tolong dengan keperkasaan-Mu dan kekuasaan-Mu yang besar serta rahmat-Mu yang luas agar Engkau membantu kami memeranginya, selamat dari tipu dayanya, dan kami berbaik sangka kepada-Mu bahwa Engkau akan mengabulkan permohonan kami dan kami beriman kepada janji-Mu bahwa Engkau akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Mu, dan kami telah berdoa kepada-Mu sebagaimana Engkau memerintahkan kami, maka kabulkanlah permohonan kami, sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji.
[18] Yang dimaksud dengan mukhlas di sini ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah Subhaanahu wa Ta'aala, yaitu orang-orang mukmin. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mukhlas itu.
[19] Menurut Syaikh As Sa’diy, bahwa maksud firman Allah itu adalah, bahwa kebenaran adalah sifat-Ku dan kebenaran adalah ucapan-Ku.
[20] Ini adalah jawabul qasam (jawaban dari sumpah di ayat sebelumnya).
[21] Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan dalilnya dan menjelaskan jalan yang lurus kepada mereka, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyuruh Rasul-Nya untuk mengatakan seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.
[22] Yakni aku bukanlah orang yang mengaku memiliki sesuatu yang tidak aku miliki, dan aku tidak mengatakan sesuatu yang tidak aku ketahui, demikian pula aku tidak mengikuti selain yang telah diwahyukan kepadaku. Masruq pernah berkata, “Kami datang kepada Abdullah bin Mas’ud, lalu ia berkata, “Wahai manusia, barang siapa yang mengetahui sesuatu maka katakanlah, namun barang siapa yang tidak mengetahui, ucapkanlah “Allahu a’lam” (Allah lebih mengetahui). Karena termasuk ilmu seseorang mengatakan terhadap sesuatu yang tidak diketahuinya, “Allahu a’lam”, Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Nabi kalian, “Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang takalluf (membebani diri).”
[23] Yakni Al Qur’an merupakan pengingat terhadap sesuatu yang bermanfaat bagi mereka baik yang terkait dengan maslahat dunia maupun agama, sehingga Al Quran merupakan peninggi keadaan alam semesta dan sebagai hujjah bagi mereka yang tetap menentang padahal mengetahui.
[24] Kebenaran berita-berita Al Quran itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia. Syaikh As Sa’diy berkata, “Surat yang agung ini mengandung peringatan yang bijaksana, berita yang besar, penegakkan hujjah dan dalil bagi orang-orang yang mendustakan Al Qur’an dan menentangnya, serta mendustakan orang yang membawanya, sekaligus pemberitahuan tentang hamba-hamba Allah yang mukhlas, balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka. Oleh karena itu Allah bersumpah di awalnya, bahwa ia mengandung peringatan dan di akhirnya Allah menyifatinya bahwa ia peringatan bagi alam semesta. Demikian pula Allah Subhaanahu wa Ta'aala memperbanyak peringatan di antara awal dan akhir surat, seperti firman-Nya, “Wadzkur ‘abdnaa”, “Wadz kur ibaadanaa”, “Rahmatan min indinaa wa dzikraa”, dan “Haadzaa dzikr.” Ya Allah, ajarilah kami darinya sesuatu yang tidak kami ketahui, ingatkanlah kami sesuatu yang kami lupa, baik lupa dalam arti lalai maupun meninggalkannya.”
Selesai tafsir surah Shaad dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, bukan karena kemampuan dan usaha kami, wal hamdulillahi Rabbil ‘aalamiin.
Petikan dari : http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-shaad-ayat-71-88.html#sthash.JFC47ZCk.dpuf
Tuesday, December 15, 2015
Kisah Nabi Ayyub as. dalam Surat Shaad ayat 41-44
وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ (٤١)
Artinya :
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”
ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (٤٢)
Artinya :
(Allah berfirman), "Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”
وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَى لأولِي الألْبَابِ (٤٣)
Artinya :
Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat-gandakan jumlah mereka sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.
وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ (٤٤)
Artinya :
Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).
Tafsir ayat ke 41-43 :
Nabi Ayyub adalah seorang nabi yang selalu menyebut-nyebut nama Allah SWT, yang karena itu syetan membencinya, hingga membuat Nabi Ayyub miskin dan disakiti.
Namun Allah SWT berkata kepada Nabi Ayyub as. “Hai Ayyub, hentakkan kakimu ke bumi!”
Nabi Ayyub as. langsung menghentakkan kakinya ke tanah, tiba-tiba tanah tersebut mengeluarkan sumber air hingga menjadi mata air.
Dan Allah SWT berkata lagi kepada Nabi Ayyub as. “Inilah tempat mandi yang dingin dan tempat minum.”
Nabi Ayyub as lalu mandi dan minum dari mata air tersebut, pada saat itu juga penyakit yang ada di tubuh Nabi Ayyub menghilang.
***
Dahulu Nabi Ayyub adalah golongan Nabi yang kaya raya, memiliki unta, domba, dan sapi yang banyak. Memiliki emas yang banyak dan harta benda yang tak terhitung jumlahnya. Meskipun begitu Nabi Ayyub as sangat taat kepada Allah SWT dan penuh dengan kesabaran, tidak kufur nikmat. Namun Iblis tidak menyukai hal itu, dia memiliki hasut yang besar, dia mengajak anak cucunya (syetan-syetan) untuk menguji Nabi Ayyub as.
Setelah itu Iblis dan syetan syetan menghabiskan seluruh harta benda nabi ayyub as hingga habis tak tersisa. Tapi Nabi Ayyub sama sekali tidak kecewa ataupun menyesal, malah berkata “Alhamdulillah..”
Lalu rumahnya Nabi Ayyub as, dirubuhkan oleh syetan hingga menimpa seluruh anak-anak Nabi Ayyub, hingga semuanya meninggal dunia. Namun sekali lagi nabi ayyub berkata“Alhamdulillah..”
Dan pada akhirnya Iblis merubah dirinya menjadi seekor ulat yang masuk ke kulit nabi ayyub as, hingga sekujur tubuh Nabi Ayyub penuh dengan luka borok akibat ulat (iblis) tadi, yang lukanya itu mengeluarkan bau busuk. Akhirnya oleh penduduk desa, Nabi Ayyub as diusir dari desa tempat dia tinggal dan diasingkan, tidak ada yang mau mendekatinya kecuali istrinya yang bernama Rohmah.
Setelah tujuh tahun nabi ayyub mengalami cobaan tersebut, Nabi Ayyub berdo’a kepada Allah SWT.
رَبِّ اِنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ
Lalu Allah SWT berkata kepada nabi ayyub, seperti diawal tadi. Nabi ayyub diperintahkan untuk menghentakkan kakinya ke bumi, sehingga muncul mata air dari dalam bumi, yang kemudian ia gunakan untuk mandi dan minum, seperti kisah di awal tadi.
Seketika itu juga Allah SWT menghilangkan seluruh luka yang ada disekujur tubuh nabi ayyub as, sembuh total bahkan kembali menjadi muda lagi, menjadi lebih tampan, dan dikembalikan lagi seluruh harta bendanya yang diambil syetan, dan dihidupkan lagi putra putrinya yang meninggal, bahkan ditambahi putra dan putri lagi, yang sebelumnya memiliki 7 orang putra dan 7 orang putri, akhirnya menjadi 14 orang putra dan 14 orang putri, hingga jumlahnya 28 orang anak.
Wallahu’alam.
***
Tafsir ayat ke 44 :Nabi Ayyub pernah berjanji akan menghukum istrinya dengan 100 pukulan karena istri tercintanya yang bernama Rohmah pernah datang ke dukun, yang dukun tersebut tidak lain adalah iblis yang menyamar. Dikisahkan dukun tersebut mampu mengobati segala penyakit apapun. Karena melihat Nabi Ayyub as yang tidak kunjung sembuh, Rohmah tertarik untuk pergi ke dukun tersebut, menanyakan obat apa yang dapat menyembuhkan Nabi Ayyub as. Dukun tersebut menjawab bahwa nabi Ayyub akan sembuh jika meminum khamar (minuman keras). Lalu disampaikanlah hal itu kepada nabi ayyub oleh istrinya.
Nabi Ayyub langsung marah besar hingga berjanji akan menghukum istrinya dengan 100 pukulan. Saat Nabi Ayyub sembuh dari penyakitnya atas izin Allah SWT. Nabi Ayyub teringat akan janjinya tersebut, namun Nabi Ayyub as tidak tega untuk memukul istrinya, yang selalu ada disampingnya, selalu merawatnya, ketika ia sakit keras bahkan mengeluarkan bau busuk. Nabi Ayyub tidak tega, maka turunlah ayat ke 44 tersebut.
"Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)."
Nabi Ayyub as mengambil rumput seikat genggaman tangan, lalu dipukulkan kepada istrinya 100 pukulan, sehingga Nabi Ayyub tidak melanggar sumpahnya sekaligus tidak melukai istrinya, sungguh Maha Bijaksana Allah SWT.
Sekian kisah Nabi Ayyub as, kisahnya akan dilanjutkan di pertemuan ngaji berikutnya.
Petikan dari http://kopi-giras.blogspot.com/2014/04/kisah-nabi-ayub-as-dalam-surat-shaad.html?m=1
Labels:
Himpunan doa,
Kisah teladan,
sakit,
tafsir Al-Quran,
zikir
Thursday, December 3, 2015
INGATLAH AKAN AMARAN ALLAH INI WAHAI BANI ISRAEL, PALESTIN PASTI AKAN MENANG!
Terjemahan di dalam bahasa Melayu bermaksud:
[Al-Isra':4] Dan Kami menyatakan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan melakukan kerosakan di bumi (Palestin) DUA KALI, dan sesungguhnya kamu akan berlaku sombong angkuh dengan melampau.
[Al-Isra':4] Dan Kami menyatakan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan melakukan kerosakan di bumi (Palestin) DUA KALI, dan sesungguhnya kamu akan berlaku sombong angkuh dengan melampau.
[Al-Isra':5] Maka apabila sampai masa janji (membalas kederhakaan kamu) kali yang PERTAMA dari dua itu, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang kuat gagah** dan amat ganas serangannya lalu mereka menjelajah di segala ceruk rantau (membinasakan kamu); dan (sebenarnya peristiwa itu) adalah satu janji yang tetap berlaku.......(**Kisah pembebasan BaitulMaqdis oleh pahlawan Islam agung Salehuddin Al-Ayubi- Wallahu'alam, kerana terdapat bermcm2 version)
[Al-Isra':6] Kemudian (setelah kamu bertaubat), Kami kembalikan kepada kamu kekuasaan untuk mengalahkan mereka, dan Kami beri kepada kamu dengan banyaknya harta kekayaan dan anak pinak, serta Kami jadikan kamu kaum yang lebih ramai pasukannya.
[Al-Isra':7] Jika kamu berbuat kebaikan, (maka) kebaikan yang kamu lakukan adalah untuk diri kamu; dan jika kamu berbuat kejahatan, maka (kesannya yang buruk) berbalik kepada diri kamu juga. Oleh itu, apabila sampai masa janji (membalas perbuatan derhaka kamu) KALI KEDUA, (Kami datangkan musuh-musuh kamu) untuk memuramkan muka kamu (dengan penghinaan dan keganasannya); dan untuk memasuki masjid (BaitulMaqdis) sebagaimana mereka telah memasukinya pada KALI YG PERTAMA; dan untuk menghancurkan apa sahaja yang mereka telah kuasai, dengan sehancur-hancurnya.
[Al-Isra':8] Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang-orangt yang tidak beriman.Saturday, August 29, 2015
SURAH AL-FURQAN - AYAT 61 - 70
TERASA TERTARIK DENGAN KANDUNGAN AL-QURAN YANG SAYA BACA HARI INI. TENTANG BALASAN BAGI ORANG YANG BERIMAN DAN ORANG YANG MELAKUKAN KEJAHATAN, MASHAA ALLAH. SEMOGA PERKONGSIAN SAYA KALI INI DAPAT MEMBERI MANFAAT PADA KITA SEMUA, AMIN YA RABB.
(61). تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
(62). وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin memgambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
(63). وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.
(64). وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
(65). وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖإِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".
(66). إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
(67). وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
(68). وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚوَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),
(69). يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا
(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
(70). إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗوَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
(61). تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
(62). وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin memgambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
(63). وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.
(64). وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
(65). وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖإِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".
(66). إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
(67). وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
(68). وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚوَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),
(69). يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا
(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
(70). إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗوَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
































